MAROS – Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) melanjutkan road show politiknya ke Kabupaten Maros, Selasa (25/8/2026). Ia bersilaturahmi dengan jajaran pengurus dan simpatisan di Sekretariat DPD II Golkar Maros.
Pertemuan strategis tersebut membahas sejumlah isu krusial internal partai, mulai dari pengisian kekosongan pengurus harian, penunjukan Pelaksana Tugas (Plt), target perolehan kursi pada Pemilu Legislatif (Pileg), hingga strategi menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.
Aco, sapaan akrab IAS, mengatakan penyesuaian struktur kepengurusan di DPD II Golkar Maros harus segera dilakukan demi menjaga roda organisasi agar tidak vakum pasca pengunduran diri Suhartina Bohari.
”Beliau mau lebih fokus mengurus keluarga dan usaha. Sementara partai ini tidak boleh vakum,” ujar IAS.
Ia menjelaskan, untuk mengisi kepemimpinan transisi menjelang Musyawarah Daerah (Musda), pihak DPD I menunjuk Andi Patarai Amir sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Maros. Langkah ini diambil setelah berkoordinasi dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Golkar.
”Saya konsul sama Sekjen, dan diputuskan penunjukan Plt. Ketika ditanya siapa yang pantas dalam kondisi ini, saya pikir Pak Patarai Amir. Beliau pernah jadi Ketua, calon di dapil ini, dan paham dinamika internal di Maros,” jelasnya.
SK Plt ini nantinya akan berlaku hingga pelaksanaan Musda Golkar Maros yang ditargetkan rampung pada bulan Desember mendatang
Dalam kesempatan yang sama, mantan Walikota Makassar itu menegaskan target politik Golkar di Maros. Berdasarkan komitmen dan kontrak politik dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, setiap tingkatan kepengurusan dibebankan target kenaikan kursi sebesar 50 persen.
Melihat proyeksi kenaikan alokasi kursi di DPRD Maros dari 35 menjadi 40 kursi pada pemilu mendatang, IAS optimistis perolehan kursi Golkar Maros mampu meningkat signifikan.
”Dulu di zamannya Pak Patarai Amir dengan total 35 kursi, Golkar bisa dapat 7 kursi. Kalau 7 kursi itu dipertahankan dan ada penambahan dari total alokasi kursi baru, target 9 kursi sangat memungkinkan,” tegasnya.
IAS juga mengingatkan kepada seluruh kader yang memiliki orientasi bertarung di Pilkada Maros agar terlebih dahulu membuktikan kinerjanya pada kontestasi Pileg. Menurutnya, hasil Pileg menjadi modal utama dan tolok ukur kelayakan kader sebelum melangkah ke Pilkada.
”Pilkada ini diawali dengan Pemilu dulu. Kalau kadernya punya orientasi bupati, kerja beratnya adalah memenangkan Golkar terlebih dahulu di Pileg. Intervalnya kan satu tahun. Modal dasarnya hasil pemilu, bagaimana mau bicara pilkada kalau tidak bisa membuktikan kemenangan partai?” tambahnya.
Mengenai sosok Ketua DPD II Golkar Maros definitif yang akan dicari pada Musda mendatang, IAS membeberkan kriteria utamanya.
”Mencari figur ketua itu sebenarnya tidak terlalu sulit. Yang dibutuhkan adalah orang yang betul-betul punya waktu untuk melakukan konsolidasi dan bisa memanage organisasi ini dengan baik,” pungkasnya.





