Jakarta– Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengangkat sebanyak mungkin rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan. Hal tersebut disampaikannya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan pesan yang disampaikan Rais Aam PBNU terpilih KH Miftachul Akhyar mengenai penguatan ekonomi umat langsung ia tangkap sebagai bagian dari agenda bersama pemerintah dan NU.

“Jadi Saudara-saudara, ke depan tadi pesan-pesan dari Rais Aam terpilih saya tangkap. Hari ini saya bisa langsung tangkap,” ucap Prabowo.

Fokus Utama

Prabowo menegaskan pengentasan kemiskinan harus menjadi fokus utama strategi transformasi bangsa yang kini dipimpinnya.

“Jadi inilah saya kira kewajiban kita bersama bahwa fokus, perhatian, tujuan dari strategi transformasi bangsa kita yang saya sekarang pimpin dan kendalikan adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, target tersebut membutuhkan keberanian sekaligus perhitungan yang matang. Ia mengaku telah menghitung strategi pemerintah hingga ke tingkat yang sangat rinci.

“Kita harus berani. Dan saya sudah hitung dengan cermat sampai ke rupiah-rupiahnya, saya sudah hitung dan saya yakin dan percaya kita akan berhasil,” kata Prabowo.

Prabowo bahkan memasang target untuk mengangkat jutaan masyarakat Indonesia dari kemiskinan.

“Kita akan mengangkat jutaan rakyat kita keluar dari kemiskinan. Dan kita sudah buktikan dalam 2 tahun pertama kita,” katanya.

Harus Gotong Royong

Selain itu, Prabowo menyebut NU bersama seluruh rakyat Indonesia harus bergotong royong dan bekerja keras di berbagai bidang. Menurutnya, salah satu kunci utama kesejahteraan adalah bagaimana kekayaan yang dimiliki Indonesia dikelola agar manfaatnya dirasakan masyarakat.

“Berarti Nahdlatul Ulama bersama seluruh rakyat Indonesia secara gotong royong kita akan bekerja keras semuanya di semua bidang, Saudara-saudara sekalian,” katanya.

“Kuncinya adalah kita mengelola semua kekayaan kita sehingga bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyat kita,” lanjutnya.

Prabowo juga menyoroti posisi NU sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia. Karena itu, menurutnya, NU memiliki kepentingan besar untuk memastikan warga dan umatnya dapat menikmati kehidupan yang layak.

“Dan karena NU adalah mungkin ormas yang terbesar di Republik Indonesia ini, NU sangat berkepentingan bahwa warganya, bahwa umat NU bisa meraih tingkat hidup yang layak,” tambahnya.

Kebutuhan Hidup Layak

Ia menegaskan pemerintah tidak semata-mata mengejar agar masyarakat Indonesia memiliki taraf hidup seperti negara-negara maju. Menurut Prabowo, target paling mendasar adalah memastikan rakyat dapat memenuhi kebutuhan hidup secara layak.

“Kita tidak beraspirasi untuk mau hidup seperti negara-negara katanya dunia pertama, dunia… nggak. Kita hanya ingin rakyat kita hidup dengan layak, hidup dengan baik,” ujarnya.

Prabowo menilai akses pembiayaan yang terjangkau menjadi salah satu persoalan yang harus diselesaikan agar masyarakat tidak terjebak dalam pinjaman berbunga tinggi kepada rentenir.

“Bisa makan dengan baik, punya rumah yang layak, punya penghasilan tiap bulan yang layak, yang cukup sehingga tidak perlu pinjam uang dari rentenir-rentenir,” kata Prabowo.

Untuk itu, Prabowo menegaskan negara harus hadir memberikan alternatif pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan modal atau dukungan finansial.

“Kita akan yakinkan bahwa nanti negara hadir, negara akan hadir di tengah-tengah rakyat,” tegasnya.

Menurut dia, negara harus mampu memberikan akses pinjaman lunak melalui kekuatan ekonomi yang dimiliki Indonesia sendiri. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi bergantung kepada tengkulak maupun pemberi pinjaman informal.

“Sehingga rakyat kalau perlu dia dapat… bisa dapat pinjaman lunak dari kekuatan kita sendiri, tidak usah lagi ke tengkulak-tengkulak atau kepada siapa pun,” ujarnya.

Prabowo menyebut agenda tersebut sebagai bagian dari strategi pemerintah yang akan segera diwujudkan.

“Ini strategi kita dan ini akan kita wujudkan dalam waktu dekat,” katanya.