Makassar, Sulsel – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) atau Indonesian Logistics and Forwarders Association (ILFA) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menggelar acara buka puasa bersama di Hotel Claro Makassar pada Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pengurus, anggota, serta mitra kerja yang selama ini bersinergi dalam sektor logistik dan kepelabuhanan.
Panitia menyiapkan sekitar lima ratus kursi bagi para undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Suasana kebersamaan tampak terasa sejak awal acara, di mana para peserta saling bertegur sapa sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Sejumlah unsur penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan dari Polres Pelabuhan Makassar, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Makassar, serta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Makassar. Hadir pula Pembina ALFI Sulselbar Sumirlan, sejumlah pengurus seperti Asrul Sani Abu, serta para pengurus dan anggota ALFI lainnya.
Ketua DPW ALFI/ILFA Sulselbar, Yodi Nalendra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan agenda rutin organisasi yang bertujuan memperkuat hubungan kekeluargaan antaranggota dan mitra kerja.
“Ini akan menjadi agenda rutin ALFI Sulselbar setelah sempat tertunda karena kesibukan pengurus,” ujar Yodi Nalendra.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ambo Tuo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan buka puasa bersama pertama yang digelar pada masa kepengurusan baru ALFI/ILFA Sulselbar.
“Terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang turut berkontribusi dalam kesuksesan program kerja selama masa kepemimpinan Ketua DPW ALFI/ILFA Yodi Nalendra,” kata Ambo Tuo.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah Ramadan yang disampaikan oleh Ustadz Salahuddin. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga niat dalam mencari kemuliaan malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Menurutnya, yang paling diharapkan seorang muslim pada malam-malam tersebut adalah meraih ridha dan ampunan Allah SWT. Ia juga mengingatkan agar sebagai umat Rasulullah tetap gemar berbagi, bahkan ketika berada dalam kondisi yang sempit.
Dalam tausiahnya, Ustadz Salahuddin juga membagi manusia dalam tiga golongan, yakni mereka yang menzalimi dirinya sendiri, mereka yang berada di pertengahan di mana ibadahnya berjalan tetapi maksiatnya juga masih dilakukan serta golongan yang menjadikan dunia bukan sebagai tujuan utama kehidupan.
Ia menutup tausiah dengan pesan agar senantiasa berbakti kepada kedua orang tua, karena ridha Allah sangat erat kaitannya dengan ridha orang tua.


