LUWU — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Luwu menggelar Tudang Sipulung SIPAKATUO di Balai Desa Buntu Barana, Kecamatan Suli Barat, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang musyawarah untuk memperkuat Kampung Keluarga Berkualitasm melalui pemanfaatan data dan kerja sama lintas sektor.
Kegiatan dihadiri sekaligus dibuka oleh Kepala DP2KBP3A Kabupaten Luwu, Muhammad Afif Hamka, S.IP., M.Si. Turut hadir unsur Kecamatan Suli Barat, Pemerintah Desa Buntu Barana, TP PKK, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), UPT Puskesmas Suli Barat, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu.
Pertemuan ini juga melibatkan unsur BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, penyuluh KB, kader, guru, dan perwakilan remaja. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi modal untuk menyelaraskan dukungan dan layanan sesuai kebutuhan warga.
Desa Buntu Barana menjadi lokus penerapan SIPAKATUO, singkatan dari Sinergi Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas Terpadu Berbasis Data dan Kolaborasi. Inisiatif ini diarahkan agar program dan layanan semakin sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat desa.
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Dinas sekaligus penggagas SIPAKATUO, Badriani Said, SKM., MM., memaparkan pendekatan yang menghubungkan data dengan penentuan masalah prioritas, pembagian peran, rencana intervensi, serta pemantauan tindak lanjut.
Bagi masyarakat Buntu Barana, manfaat yang diharapkan adalah kebutuhan keluarga lebih cepat dikenali dan ditindaklanjuti melalui layanan yang sesuai. Pemanfaatan Rumah DataKu, disertai pencocokan informasi dengan kondisi lapangan, diharapkan membantu pemerintah desa dan pihak terkait menjangkau keluarga yang membutuhkan pendampingan.
Sebagai contoh, apabila ditemukan anak yang belum rutin mengikuti posyandu, keluarga yang membutuhkan informasi dan layanan KB, atau remaja yang memerlukan pendampingan, temuan tersebut dapat dibahas bersama untuk menentukan langkah penanganan dan pihak yang bertanggung jawab sesuai kewenangannya.
Melalui forum ini, masyarakat juga memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan dan kebutuhan secara langsung. Penyuluh, kader, pemerintah desa, dan unsur terkait dapat menyelaraskan kegiatan agar dukungan kepada keluarga lebih terarah dan saling melengkapi.
Tindak lanjut yang dirancang dalam SIPAKATUO mencakup penetapan penanggung jawab, waktu pelaksanaan, serta pemantauan perkembangan penanganan. Mekanisme tersebut diharapkan memperjelas siapa yang menangani kebutuhan warga dan memastikan setiap kesepakatan terus dikawal pelaksanaannya.
Mengangkat semangat tudang sipulung atau duduk bersama untuk bermusyawarah, SIPAKATUO mengusung nilai kearifan lokal saling menghidupi dan saling mendukung. Nilai tersebut menjadi landasan kolaborasi menuju keluarga berkualitas dan lingkungan yang ramah anak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Tahun 2026. Dampaknya bagi masyarakat Buntu Barana akan dilihat dari pelaksanaan tindak lanjut, keluarga yang terjangkau layanan, serta kebutuhan prioritas yang berhasil ditangani.
“Bersama Menguatkan Keluarga, Berangkat dari Data.”





