Luwu Timur, Sulsel- Anggota DPRD Luwu Timur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus konsisten memberikan dukungan penuh dalam pengembangan bakat catur bagi anak-anak daerah melalui kegiatan yang digelar oleh Sorowako Chess Club (SCC). Konsistensi Prima Eyza ditunjukkan dengan cara menjadi sponsor setiap kali SCC mengadakan turnamen catur bagi pelajar SD.
Sabtu (15/11/2025), SCC kembali menggelar Turnamen Catur Antar Pelajar Sekolah Dasar yang ke-5 di area Campsite Sorowako, sebagai bagian dari upaya menjaring talenta pecatur cilik di Luwu Timur.
Sebagai pembina SCC, Prima Eyza Purnama dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan SCC dan turnamen ini menjadi bentuk nyata kepedulian dalam mendukung potensi anak-anak daerah di bidang olahraga catur.
“Saya support penuh terhadap kegiatan SCC sejak awal dan support setiap turnamen. Besar harapan saya, para pecatur junior yang dibina secara intensif sejak usia dini nantinya bisa mengharumkan nama Luwu Timur pada cabang olahraga catur,” ujar Prima Eyza.
Lanjut menurut Prima Eyza, kedepan cakupan Turnamen Catur bisa diperluas lagi dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah
“Saya concern dengan pembinaan pecatur junior di Luwu Timur, semoga Pemerintah Daerah bisa mendukung anak-anak kita ini supaya bisa berprestasi di tingkat selanjutnya,” kata Prima.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparmundora), Muhammad Safaat DP., mewakili Bupati Luwu Timur menyampaikan dukungan pemerintah terhadap kegiatan ini. Ia mengapresiasi semangat para peserta dan panitia, berharap para siswa dapat terus berkembang menjadi atlet catur handal dan mewakili Luwu Timur di tingkat yang lebih tinggi.
”Saya mewakili Bupati Luwu Timur mengapresiasi seluruh peserta dan panitia penyelenggara. Semoga para siswa ini kelak menjadi atlet catur handal, baik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional,” ujar Muhammad Safaat.
SCC, yang berdiri sejak 24 Oktober 2024, kini menjadi klub catur pertama di Luwu Timur dan telah menggelar lima turnamen. Turnamen kali ini mencatat sejarah sebagai yang pertama melibatkan pelajar sekolah dasar tingkat kabupaten. Tercatat 38 pelajar mengikuti turnamen ini dari batas maksimal 40 pendaftar.


