Luwu Timur, Sulsel– Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Pemilihan Duta Baca Kabupaten dan Duta Literasi Pelajar Luwu Timur tahun 2025, di Ruang Sinema, Gedung Layanan Perpustakaan Daerah, Malili, Selasa (16/12/25).
Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Muhammad Syukri, yang diikuti oleh peserta didik tingkat SMA Duta Literasi dan Duta Baca diikuti oleh tingkatan umum.
Dalam sambutannya, Muhammad Syukri menegaskan bahwa literasi adalah fondasi utama dalam membangun SDM yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di era global.
“Kehadiran Duta Baca dan Duta Literasi diharapkan mampu menjadi teladan, motivator, dan penggerak literasi di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat Luwu Timur,” tegas Syukri.
Ia juga berharap agar seluruh peserta mampu menampilkan ide, gagasan, serta kepedulian terhadap pengembangan literasi.
Legislator perempuan PKS, Prima Eyza Purnama sebagai ketua tim Juri mengatakan bahwa literasi bukanlah isu seremonial yang hanya ramai dibicarakan saat peringatan tertentu. Literasi adalah jalan hidup. Ia menjalaninya secara personal, konsisten, dan penuh kesadaran, jauh sebelum isu literasi menjadi perhatian publik dan kebijakan.
“Membaca dan menulis laksana nafas kehidupan. Jika tidak dilakukan, jiwamu akan sangat sesak dan kesempitan,” ujar Prima Eyza, menggambarkan relasi personalnya dengan dunia literasi.
Prima Eyza tampil bukan sekadar sebagai penilai, melainkan sebagai figur teladan. Ketajaman pertanyaannya, kedalaman refleksinya, dan cara ia menggali gagasan para peserta mencerminkan kecintaannya yang tulus terhadap dunia baca dan tulis.
Di tengah kesibukannya sebagai legislator daerah, Prima Eyza dikenal sebagai pribadi yang sangat gemar membaca. Buku adalah bagian tak terpisahkan dari kesehariannya. Ia membaca lintas genre, mulai dari buku keislaman, sosial-politik, pendidikan, hingga literatur pengembangan diri. Baginya, membaca bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, tetapi kebutuhan jiwa.
Tak berhenti pada membaca, Prima Eyza juga memiliki hobi menulis. Meski belum sempat memfokuskan diri untuk menulis buku secara utuh, kebiasaan menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan telah lama ia jalani. Catatan refleksi, esai, dan tulisan-tulisan pemikiran menjadi ruang baginya untuk mengolah apa yang dibaca, direnungkan, dan dialami.
Sebagai Anggota DPRD, Prima Eyza memandang literasi sebagai fondasi utama pembangunan manusia. Ia meyakini bahwa kualitas kebijakan, partisipasi publik, hingga kematangan demokrasi daerah sangat ditentukan oleh tingkat literasi masyarakatnya.
Itulah sebabnya, keterlibatannya dalam kegiatan literasi, termasuk sebagai Ketua Tim Juri Pemilihan Duta Baca dan Duta Literasi Pelajar, bukanlah formalitas jabatan, melainkan bentuk komitmen ideologis dan moral.
Dalam proses penjurian, ia menekankan pentingnya program literasi yang membumi, berdampak, dan berkelanjutan, bukan sekadar slogan. Ia mendorong para peserta untuk berpikir kontekstual, memahami karakter masyarakat Luwu Timur, serta menghadirkan terobosan literasi yang realistis dan inklusif.
Dan dari hasil penilaian, dewan juri menetapkan pemenang seleksi diantaranya :
* Duta Baca Kabupaten 2025 : Besse Srisulwana.
* Duta Literasi Putra Pelajar Luwu Timur 2025: Edward Sigala, SMAN 5 Luwu Timur.
* Duta Literasi Putri Pelajar Luwu Timur 2025: Yunita Purnama, SMAN 6 Luwu Timur.


