Luwu Timur, Sulsel— Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Luwu Timur kembali terjadi.
Antrian Panjang di berbagai SPBU sejak Jum’at (12/9) pekan lalu. Antrian motor hingga 2 jam, mobil hingga 3 jam baru mendapatkan BBM jenis pertalite. Harga di pengecer juga tembus Rp 25.000- 30.000 per liter.

Aliansi masyarakat yang terdiri dari mahasiswa dan ormas Pemuda Pancasila menggelar aksi demontrasi di kantor DPRD Luwu Timur, Rabu (17/9) siang. Aksi ini mendesak Pemerintah dan DPRD Luwu Timur untuk mengambil langkah cepat untuk mengatasi permasalahan kelangkaan BBM ini.

DPRD Luwu Timur mengapresiasi kedatangan massa aksi dari berbagai aliansi masyarakat mengadukan masalah ini ke DPRD, pertanda kepedulian dan perhatian besar terhadap realitas kehidupan masyarakat dengan berbagai persoalan yang dihadapi.

Anggota DPRD Luwu Timur dari PKS, Prima Eyza Purnama saat menerima aksi demo bersama anggota DPRD lainnya dan kepala Dinas Koperindag Luwu Timur menyampaikan realitas kelangkaan BBM yang telah menjadi sorotan ini harus segera diatasi. Menurutnya, Pemerintah melalui dinas terkait harus menyampaikan secara resmi dan terbuka kepada masyarakat penyebab kelangkaan BBM.

banner 920x450

“Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperindag perlu segera memberikan penjelasan resmi kepada publik. Penjelasan tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan transparan mengenai penyebab kelangkaan, sekaligus menghindarkan mereka dari isu-isu simpang siur yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Lanjut menurut Prima Eyza Purnama, keterbukaan informasi dari Pemerintah Daerah akan membantu menenangkan keresahan warga serta mencegah munculnya panic buying yang justru memperparah antrean di SPBU. Selain itu, penjelasan resmi juga dapat menekan potensi terjadinya praktik-praktik penimbunan BBM yang biasanya tumbuh subur di tengah kabar dan isu yang tidak terkonfirmasi.

“Sebagai wakil rakyat, saya mendorong agar langkah-langkah antisipatif dan solutif segera ditempuh, baik melalui koordinasi dengan pihak Pertamina maupun aparat pengawas, sehingga distribusi BBM bersubsidi di Luwu Timur kembali normal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara adil,” pungkasnya.

Prima Eyza Purnama juga berharap agar pasokan kembali normal dan kelanggkaan BBM ini segera teratasi sehingga masyarakat tidak lagi menghabiskan waktunya berjam-jam hanya untuk mengantri di SPBU.