Makassar, Sulsel– Meski diguyur hujan deras disertai angin kencang sebanyak sepuluh penulis yang tergabung dalam buku “Arsitektur Jiwa” menggelar kegiatan launching buku yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta berbagi bingkisan kepada anak-anak lorong binaan Komunitas Anak Pelangi (K-apel). Kegiatan tersebut berlangsung di Pelataran Telkom, Jl. AP Pettarani, Kota Makassar, pada Sabtu (07/03/2026),
Sepuluh penulis yang terlibat dalam buku tersebut adalah Asrul Sani Abu, Osy Oskar, Anas In Action, Ahmad Yusran Arief, Wanti Eldrin, Heny Suhaeny, Rahman Rumaday, Gerhanita Syam, SE, Muliadi Halide, dan Risnawati Anwas.
Momentum peluncuran buku ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya literasi, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial berupa pembagian bingkisan kepada 21 anak lorong binaan Komunitas Anak Pelangi (K-Apel).
Acara dipandu oleh Heny Suhaeny sebagai moderator. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah dalam bahasa Makassar oleh Salma dan Nabila, dua anak binaan K-apel yang turut memeriahkan suasana dengan lantunan ayat suci yang khidmat.
Dalam pengantar kata, penyelaras buku Arsitektur Jiwa, Rahman Rumaday, menjelaskan bahwa judul buku tersebut dipilih bukan sebatas terdengar intelektual, tetapi merepresentasikan keseluruhan gagasan yang dihimpun dalam karya tersebut. Ia mengutip pemikiran Viktor E. Frankl yang menyatakan, “Manusia adalah arsitek bagi jiwanya sendiri.”
Menurut Rahman Rumaday, buku ini merupakan pertemuan sepuluh penulis dengan latar belakang dan pengalaman hidup yang beragam. Setiap tulisan menghadirkan refleksi bahwa kehidupan bukanlah kebetulan, melainkan bangunan yang terbentuk dari pengalaman, ujian, dan keyakinan.
Ia menambahkan bahwa proses penyelarasan naskah bukan sebatas pekerjaan teknis, melainkan perjalanan menyelami ruang batin para penulis. Tantangan yang dihadapi tidak hanya pada penyuntingan kata, tetapi juga menjaga ruh tulisan agar tetap utuh. ia juga menyinggung pesan Ernest Hemingway yang menekankan pentingnya kejujuran dalam menulis: “Tuliskan dengan lugas dan jelas tentang apa yang menyakitkan.”
Sementara itu, dalam sambutannya, Pembina APINDO Herman Agus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan literasi seperti ini sangat penting untuk terus menumbuhkan budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang diwakili oleh Tulus Wulan Juni. Dalam sambutan yang dibacakannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan peluncuran buku ini bukan sekedar perayaan terbitnya sebuah karya, tetapi juga menjadi ruang dialog antara penulis, pegiat literasi, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat luas.
Menurutnya, judul Arsitektur Jiwa memiliki makna yang sangat mendalam. Jika arsitektur biasanya berkaitan dengan pembangunan fisik, maka arsitektur jiwa berbicara tentang bagaimana manusia merancang dan membangun batin serta karakter dirinya. Ia juga menilai bahwa makna tersebut sangat relevan dengan momentum bulan suci Ramadan yang menjadi waktu refleksi dan perbaikan diri bagi umat Muslim.
Dalam sambutan tersebut juga disampaikan data dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 25.843 penerbit di Indonesia, namun yang aktif hanya sekitar 10.148 penerbit atau sekitar 39 persen. Di Sulawesi Selatan sendiri tercatat ada 818 penerbit, dengan 331 penerbit aktif atau sekitar 41 persen. Meski demikian, Sulawesi Selatan tetap berada pada peringkat ketujuh jumlah penerbit terbanyak dan teraktif di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa literasi merupakan sebuah ekosistem yang terdiri dari enam unsur penting yaitu penulis, buku, penerbit, toko buku, perpustakaan, dan pembaca. Keenam unsur tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Launching buku ini juga menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan pandangan tentang literasi dan pembangunan karakter melalui tulisan. Narasumber tersebut antara lain Dr. Drs. Ir. H. Alimuddin Sa’ban Miru, M.Pd. akademisi dari Universitas Negeri Makassar, serta Rezky Amalia Syafiin. SH., MH. Duta baca 2018
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh literasi dan pengusaha di Sulawesi Selatan, di antaranya Ketua REI Sulawesi Selatan Sudarman, Sekjen ALFI. H. Muh. Hatta, Ketua DPP Ikatan Penulis Muslim Indonesia (IPMI) Muh Amir Jaya, Sekjen Forum Sastra Indonesia Timur (FOSAIT) Anwar Nasyaruddin, serta sejumlah tokoh literasi lainnya seperti Syahrir Rani Dg Nassa, Andi Marliah, dan Andi Ruhban. Dan juga mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar.


