Times of Israel melansir, ada tekanan kuat dari administrasi Trump terhadap Netanyahu. Yang paling mungkin adalah soal bantuan senjata. Seorang pejabat senior Angkatan Udara Israel mengakui bahwa pesawat akan kehabisan bom dalam beberapa bulan jika tidak disuplai kembali oleh AS.
Kekalahan global.
Secara global, citra Israel benar-benar babak belur. Berlangkali pemungutan suara di Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB, Israel sendirian bersama sekutu utamanya AS dan sejumlah negara-negara kecil melawan kecaman global.
Saat serangan Topan al-Aqsa pada 7 Oktober 2023 terjadi, simpati dunia masih ada yang mengalir ke Israel. 15 bulan kemudian, serangan brutal Gaza yang menewaskan 46 ribu jiwa kebanyakan anak-anak dan perempuan membuat Israel menjadi pariah.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanan Yoav Galant diburu Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Sementara seribu tentara Israel terbatas pergerakannya karena diburu tuntutan kejahatan perang di mancanegara.
<!– wp:nextpage –>
<!–nextpage–>
<!– /wp:nextpage –>
Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan pada 2024 bahwa penjajahan Israel ilegal dan mereka harus menarik diri dari wilayah Palestina yang diduduki. Warga Palestina juga harus dikembalikan ke tanah-tanah mereka di wilayah Palestina historis. Negara-negara Eropa seperti Irlandia, Spanyol, Norwegia, Moldova, Armenia, menambah panjang pihak yang mengakui kedaulatan Palestina.
Sementara di kalangan anak-anak muda di seluruh dunia, bahkan di negara-negara sekutu Israel, seruannya serupa: Israel adalah pelaku genosida. Mereka harus dihukum atas kejahatan yang dilakukan tentara dan pejabatnya di Gaza. dan Palestia harus merdeka “dari sungai hingga samudra!”



Tinggalkan Balasan